fbpx

BINGUNG MAU BERINVESTASI??

DI SINI SOLUSI YANG TERBUKTI!

KAWASAN AGROWISATA ISLAMI TERINTEGRASI

GRAND ANDALUSIA VILLAGE

Apa Kawasan Agrowisata TerIntegrasi?

Grand Andalusia Village menawarkan konsep passive income long term dari kebun durian/vanili, dan sembari menunggu hasil dari kebun durian/vanili, konsumen memiliki kesempatan mendapatkan short term passive income dari penggemukan domba.

Domba yang diberikan sebagai bonus, bekerja sama dengan projek CORDOVAFARM. Konsumen memiliki kesempatan mengembangan bonus domba menjadi
passive income melalui kerjasama pengelolaan Syirkah Mudharabah yang ditawarkan oleh pengembang.

Syirkah Mudharabah yang ditawarkan adalah pengelolaan penggemukan domba jantan dimana konsumen berperan sebagai pemodal/pemilik, dan pegembang sebagai pegelola. Keuntungan dari Syirkah Mudharabah dituangkan dalam persentase bagi hasil.

Keutamaan Beternak Domba/Kambing

Perintah Rasulullah SAW untuk Memelihara  kambing/Domba

Dari Ummu Hani radhiyallahu anha, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabdapadanya :
“Peliharalah kambing karena kambing itu penuh berkah.” (HR. IbnuMajah, no. 2304. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.)

Dari Urwah Al-Bariqi radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Unta adalah suatu kebanggaan bagi pemiliknya, kambing (di dalamnya) ada barakah, dan kebaikan itu terikat pada jambul kuda hingga hari kiamat.” (HR. Bukhari, no. 2805; Muslim, no. 1873)

Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Kambing itu hewan yang ada di surga.” (HR. Ibnu Majah, no. 2306. AlHafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dhaif jiddan, begitu pulaSyaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Adh-Dhaifah, no. 3752, 8:227-228.)

Ibnu Majah membawakan hadits-hadits di atas dalam Bab “Memelihara Hewan Gembalaan”. [Muhammad Abduh Tuasikal]

Apa saja yang akan saya dapatkan dengan membeli di Integrated Grand Andalusia Village?

  • Tanah luas 100 M2
  • Bonus 2 pohon durian atau 112 pohon vanili (tergantung lokasi yang dipilih konsumen)
  • Bonus tambahan 5 Domba jantan berat +/- 18 Kg, dapat langsung dijadikanmodal  syirkah setelah diserahterimakan.
  • Meskipun ditempatkan di kandang induk, namun setiap domba akan mendaptkan kamarnya masing-masing sehingga domba tidak akan tertukar dengan domba konsumen lain.
  • Perawatan oleh tim ahli berpengalaman dari UNPAD & IPB
  • Akses dekat Jalan Provinsi Transyogi (+/- 400 meter) untuk Cibatutiga, View
    indah dan sejuk untuk Antajaya.
  • Gratis pengurusan surat sampai AJB

FAQ Kawasan Agrowisata Grand Andalusia Village

Adalah suatu kawasan yang menyediakan perkebunan dan peternakan sekaligus, sehingga konsumen bisa membeli kaveling tanah dengan bonus pohon
Durian/Vanili dan bonus domba.

GAV dikembangkan oleh Isykariman Properti Syariah yang sebelumnya telah mengeluarkan enam projek perumahan dan satu projek kavling kebun. Berikut adalah projek yang sudah dikembangkan oleh Isykariman Properti Syariah :
– Khoiru Ummah Residence
– Altamis Regency
– Griya Mustanir Residence
– Griya El-Mumtaz Residence
– Puri Alam Sakinah
– Griya An-Nahdhoh
– Cordova Farm

a. Syirkah
Menurut makna syariat, syirkah adalah suatu akad antara dua pihak atau lebih, yang bersepakat untuk melakukan suatu usaha dengan tujuan memperoleh keuntungan (An-Nabhani, 1990: 146).
b. Syirkah mudhârabah
Adalah syirkah antara dua pihak atau lebih dengan ketentuan, satu pihak memberikan konstribusi kerja (‘amal), sedangkan pihak lain memberikan
konstribusi modal (mâl) (An-Nabhani, 1990: 152).

Ada beberapa bentuk dari syirkah mudhârabah.
Pertama, dua pihak (misalnya, A dan B), pihak A memberikan konstribusi modal (shahibul maal) dan pihak B memberikan konstribusi kerja saja
(mudharib).

Kedua, dua pihak (misalnya, A dan B) sama-sama memberikan konstribusi modal, sementara pihak ketiga (katakanlah C) memberikan konstribusi kerja
saja.

Ketiga, pihak pertama (misalnya A) memberikan konstribusi modal dan kerja sekaligus, sedangkan pihak kedua (misalnya B) hanya memberikan konstribusi modal, tanpa konstribusi kerja (An-Nabhani, 1990: 152).
Syirkah yang digunakan dalam pengelolaan di CORDOVA FARM adalah syirkah jenis pertama, dimana satu pihak berperan sebagai pemodal, dan satu
pihak berperan sebagai pengelola. Hukum syirkah mudhârabah adalah jâ’iz (boleh) berdasarkan dalil as-Sunnah (taqrîr Nabi Saw) dan Ijma Sahabat (An-Nabhani, 1990: 153).
Selanjutnya, hasil keuntungan dari syirkah akan dibagi antara pemodal dengan pengelola sesuai kesepakata kedua belah pihak.

– 5 Domba disertakan sebagai modal awal yaitu senilai +/- Rp. 6.000.000,- atau senilai harga domba di pasaran saat akad Syirkah berlangsung.
– Pengelola melakukan perawatan selama 6 Bulan untuk mencapai bobot penggemukan ideal.
– Setelah 6 bulan, domba dijual / didistribusikan ke pasar domba, supplier, komunitas, atau lembaga yang membutuhkan.
– Hasil dari penjualan dikurangi terlebih dahulu dengan modal dan biaya operasional, dari situlah didapat laba.
Sebagai contoh :
Hasil penjualan 5 Domba adalah Rp. 15.000.000,-
Biaya perawatan yang dikeluarkan pengelola diasumsikan Rp. 3.500.000,-
Modal pemiliki Rp. 6.000.000
– Laba tersebut barulah dibagi sesuai kesepakatan antara pengelola dengan pembeli. Jika mengambil kesepakatan 50% : 50% maka masing-masing
mendapatkan keuntungan Rp 5.500.000 : 2 = Rp. 2.250.000,- per periode syirkah.
– Perhitungan ini hanya simulasi, sehingga nilai bagi hasil keuntungan bisa berubah menyesuaikan harga yang berlaku saat penghitungan.

a. Bahwa kerugian usaha pada hakikatnya ditanggung oleh kedua belah pihak. Sesuai ketentuan hukum islam terkait syirkah mudharabah, apabila terdapat kerugian maka pemodal rugi terhadap uangnya dan pengelola rugi terhadap tenaga yang telah dikeluarkan.

b. Apabila kerugian usaha disebabkan oleh keteledoran pengelola yang menyebabkan ternak hilang atau dicuri orang, maka seluruh kerugian usaha
ditanggung oleh pengelola.

c. Apabila terjadi kerugian yang disebabkan oleh kematian ternak yang tidak normal, maka rinciannya adalah sebagai berikut:

 Jika kematian ternak yang tidak normal itu disebabkan oleh keteledoran pengelola, maka pengelola wajib mengganti nilai modal awal ternak saat pembelian.

 Jika kematian ternak yang tidak normal tersebut disebabkan oleh serangan penyakit mematikan yang tidak mampu diatasi oleh pengelola, maka pengelola wajib melengkapi berita acara kematian dan hasil pemeriksaan dari dokter hewan yang berwenang di wilayah Kabupaten Bogor. Dalam kasus seperti ini, pemodal menanggung kerugian senilai modal ternak yang mati, sedangkan pengelola menanggung kerugian biaya pemeliharaan dan waktu, tenaga, serta pikiran dalam menjalankan usaha tersebut.

 Jika kematian ternak yang tidak normal tersebut disebabkan oleh kondisi force majure (yang diakibatkan seperti kebakaran, gunung meletus,
banjir, angin puting beliung, gempa bumi, dan lain sebagainya) yang merupakan kejadian yang bukan dalam area yang dikuasai manusia, maka kerugian modal usaha yang senilai harga ternak ditanggung oleh pemodal, sedangkan kerugian biaya operasional perawatan, tenaga, pikiran, waktu dan sebagainya ditanggung sepenuhnya oleh pengelola.

WhatsApp Info Promo Saat ini?